DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (DKV)
Desain
Komunikasi Visual pada sivitas akademika disingkat DKV, merupakan istilah
penggambaran u/ proses pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai
pengungkapan ide / penyampaian informasi. DKV erat kaitannya dengan tanda-tanda
(sign), gambar, lambang dan symbol, ildalam penulisan huruf (typografi),
illustrasi dan warna yang kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan.
Proses
komunikasi DKV melalui eksplorasi ide-ide dengan penambahan gambar (foto),
diagram teks, sehingga akan menghasilkan efek terhadap yang melihat.
Sejarah perkembangan DKV
Pada jaman meledaknya revolusi industri,
maka kebutuhan manusia saat itu semakin berkembang. Muncul kebutuhan-kebutuhan
baru dalam bidang marketing, diantaranya kebutuhan untuk mengedukasi pasar
dengan iklan, bagaimana mempercantik desain kemasan produk, bagaimana
menginformasikan secara massal sebagai sebuah industrialisasi yang semakin maju
dan kompleks. Pada saat itu mulailah orang membuat poster, iklan dan media
promosi lainnya.
ELEMEN-ELEMEN
DESAIN
Ilmu Grafis/Desain Grafis berkaitan erat
dengan Prinsip-prinsip
dalam tata rupa/Desain yang juga
disebut Nirmana. Nirmana dipahami
sebagai sebuah bentuk yang tidak berbentuk atau disebut juga gambar tanpa
makna. Namun nirmana memegang peranan penting bagaimana menata dan menyusun
elemen dasar desain komunikasi visual.
Berikut
ini unsur/prinsip-prinsip DKV:
- kesatuan (unity)
Sebagai peranan
penting dalam mengolah karya DKV, kesatuan mengacu pada prinsip hubungan, jika
salah satu atau beberapa unsure rupa mempunyai hubungan (warna, raut, garis,
bentuk dll) maka kesatuan telah tercapai.
- Keseimbangan (balance)
Karya seni harus
mempunyai keseimbangan agar nayaman dipandang dan tidak membuat gelisah.
Contohnya, jika kita melihat pohon atau bangunan yang roboh, keseimbangan hanya
dapat dirasakan.
- Propotional
Merupakan dasar
tata rupa untuk memperoleh keselarasan dalam sebuah karya. Pada dasranya,
proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang.
- irama (rhytem)
irama adl
pengulangan gerak misalnya yang terjadi pada alam , contohnya, pengulangan
gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dll.. prinsip irama
sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk2 unsur rupa.
- dominasi (domination)
dominasi berasal
dari kata dominance yang berarti keunggulan atau pusat perhatian.
- keselarasan / harmoni
timbul karena
adanya kesamaan, kesesuaian, dan tidak adanya pertentangan , dalam mendesain
keselarasan dapat dicapai dengan menata unsure-unsur yang senada misalnya,
dalam mengolah warna yang tidak terkesan mencolok.
UNSUR-UNSUR / ELEMEN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (DKV)
Yang dimaksud dg
desain adl bagian2 yg sangat menentukan terwujudnya suatubentuk karya seni .
unsure ini meliputi : titik, garis , bidang,bentuk tekstur, dan warna.
·
Elemen titik
Satu bentuk /
tanda yg dibuat dgn satu kali tekan dengan menggunakan alat tulis/lukis , dapat
dikatakan juga meruapakan suatu bentuk yg paling kecil dari seluruh rangkaian
dalam menggamabar/melukis.
·
Garis visualisasi dari kumpulan
titik yg bersambung/memanjang.. garis menurut bentuknya ada 6 macam : garis
lnegkung, garis patah, garis lnegkung beganda, garis patah berganda dan garis
melingkar.
Garis menurut
funsi dan sifatnya ada 3:
Jenis garis nyata
Garis yg Nampak
sbg perwujudan bentuk bidang segitga , segiempat dsb. Atau garis sebagai
pembentuk bidang.
Jenis garis
Garris yg dibuat
untuk menyatakan adanya bentuk bidang namun sebenarnya garis tsb tidak ada,
misalnya, pada bentuk bidang lengkung.
Jenis garis bantu
Garis yg dibuat
untuk menunjukkan bahwa garis tsb memang benar2 ada namun tidak Nampak , karena
tertutup bidang lain.
·
Bidang
Bidang terjadi
karena rangkaian garis2 yang membentuk bidang. Misaalnya : bidang datar terjadi
karena rangakian garis2 lurus. Bidang lengkung terjadi karena rangkaian garis2
lengkung.
·
Bentuk
Bentuk muncul
karena menyatunya garis2 / bidang2 , karena perbedaan masing-masing garis dan
bidang.maka muncul suatu bentuk. Bentuk yang digunakan sbg bagian design ada 2
jenis , yaitu bentuk 2 dimensi dan bentuk 3 dimensi.
·
Warna
Secara teori
warna dapat dipelajari melalui dua pendekatan, yaitu teori warna berdasarkan
cahaya (dipelopori Isac Newton), dan teori berdasarkan pigme ( di pelopori
Goethe). Untuk pembelajaran seni desain kita akan membahas teori warna
berdasarkan pigmen (warna primer, sekunder, tersier, warna analogus, warna
komplementer).
Ø Warna primer adalah warna dasar/warna pokok yang tidak dapat
diperoleh dari campuran warna lain. Terdiri dari merah, biru, kuning.
Ø Warna sekunder yaitu warna yang diperoleh dari campuran kedua warna
primer, misalnya: ungu, orange, hijau.
Ø Warna tersier, yakni warna yang merupakan hasil percampuran kedua
warna sekunder.
Ø Warna analogus yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam
lingkaran warna, misalnya deretan warna ungu menuju warna merah, deretan warna
hijau menuju ke kuning, dll.
·
Gelap terang
Dalam karya seni dua dimensi gelap terang dapat berfungsi beberap
hal, al: menggambarkan benda menjadi terkesan 3 dimensi, menyatakan
ruang/kedalaman, dan memberi perbedaan(kontras). Gelap terang terjadi karena
intesitas (daya pancar). Warna. Dapat pula terjadi karena percampuran hitam dan
putih.
·
Ruang (kedalaman)
Ruang dalam karya 3 dimensi dapat dirasakan langsung oleh pengamat
seperti halnya ruangan dalam rumah, ruang kelas, dsb. Dalam karya dua dimensi
ruang dapat mengacu pada luas bidang gambar. Unsure ruang pada karya 2 dimensi
bersifat semu, karena diperoleh melalui kesan penggambaran yang pipih, datar,
menjorok, dan cembung, jauh dekat dsb. Oleh karena itu dalam karya 2 dimensi
dapat ditempuh dengan beberapa cara diantaranya:
ü Melalui penggambaran gempal
ü Penggunaaan perpektif
ü Peralihan warna gelap terang dan tekstur
ü Pergantian ukuran
ü Penggambaran bidang bertindih
ü Pergantian tampak bidang
ü Pelengkungan bidang dan
ü Penambahan bayang-bayang.
Etimologi
Desain
Etimologi desain komunikasi visual
ditinjau dari asal kata (etimologi) istilah terdiri dari 3 kata , desain
diambil dari kata designo (italic) yang artinya gambar. Sedang dalam bahasa
inggris diambil dari bahasa latin (designare ) yang artinya merancang /
merencanakan. Dalam seni rupa istilah desain dipadukan dengan reka bentuk,
sketsa, rancangan, atau ide.
Kita berkomunikasi berarti menyampaikan
pesan dari komunikator kepada komunikan , melalui media dengan tujuan tertentu.
Komunikasi diambil dari bahasa inggris communication, yang diambil dari bahasa
latin comunis yang artinya sama. Kemudian dianggap sebagai proses menciptakan
suatu kesamaan (commonness) atau suatu kesatuan pemikiran antara pengirim pesan
(komunikator) dan penerima pesan (komunikan)
Kata visual bermakna segala sesuatu yang
dapat dilihat dan direspon oleh indera penglihatan / mata. Bersala dari kata
latin videre yg artinya melihat kemudian dimasukkan dalam bahasa inggris
menjadi visual. Jadi desain komunikasi visual sebagai seni penyampaian pesan
(art of communication ) dengan menggunakan bahasa rupa (visual language) yg
disampaikan melalui media berupa desain yg bertujuan menginformasikan sesuatu
yg mempengaruhi hingga merubah perilaku target audience sesuai dengan tujuan yg
diinginkan.
Sedang bahasa rupa yg dipakai berbentuk
grafis , tanda, symbol, ilustrasi gambar/foto, tipografi huruf yg disusun
berdasarkan kaidah tata rupa. Isi pesan diungkapkan secara kreatif dan
komunikatif serta mengandung solusi untuk permasalhan yang hendak disampaikan
baik social maupun komersial,ataupun berupa informasi , identifikasi, maupun
persuasi.